Eksplorasi Geologi Menggunakan Metode Pemetaan Alterasi


Seperti yang telah dijelaskan pada posting sebelumnya gan, bahwa berdasarkan pada sifat penyelidikan dan pendekatan teknologi yang digunakanmaka kegiatan eksplorasi secara umum dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu eksplorasi tak langsung dan eksplorasi langsung. Karena sebelumnya juga kita sudah membahas tentang eksplorasi tak langsung, yang belum sempat lihat  atau baca silahkan ketik "eksplorasi" di kotak pencarian.



Ok gan ….! Jadi yang dimaksudkan dengan pengertian Metode Eksplorasi langsung adalah pengamatan yang dapat dilakukan dengan kontak visual dan fisik dengan kondisi permukaan atau bawah permukaan, terhadap endapan yang akan dicari, serta dapat dilakukan deskripsi megaskopis/mikroskopis, pengukuran, dan sampling terhadap objek yang dianalisis. Begitu juga dengan interpretasi yang dilakukan, dapat berhubungan langsung dengan fakta-fakta dari hasil pengamatan lapangan

Metode eksplorasi langsung ini dapat dilakukan (diterapkan) pada sepanjang kegiatan eksplorasi (tahap awal s/d detail). Beberapa metode (aspek) yang akan dipelajari terkait dengan Metode Eksplorasi Langsung ini adalah :

- Pemetaan geologi/alterasi.
- Paritan, dan sumur uji. tracing float,
- Sampling (pengambilan dan preparasi conto).
- Pemboran eksplorasi dan sampling pemboran.

Baik gan untuk lebih fokus biar sesuai juga dengan judul post, maka yang akan kita bahas cukup di eksplorasi langsung menggunakan metode pemetaan geologi atau alterasi. Pemetaan Geologi/Alterasi. Pemetaan geologi merupakan suatu kegiatan pendataan informasi-informasi geologi permukaan dan menghasilkan suatu bentuk laporan berupa peta geologi yang dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran dan susunan batuan (lapisan batuan), serta memuat informasi gejala-gejala struktur geologi yang mungkin mempengaruhi pola penyebaran batuan pada daerah tersebut.

Singkapan

Informasi-informasi geologi permukaan tersebut pada umumnya diperoleh melalui pengamatan deskripsi singkapan-singkapan batuan. Singkapan dapat didefinisikan.sebagai bagian dari tubuh batuan/urat/badan bijih yang tersingkap (muncul) di permukaan akibat adanya erosi (pengikisan) lapisan tanah penutupnya. Singkapan-singkapan tersebut dapat ditemukan pada bagian-bagian permukaan yang diperkirakan mempunyai tingkat erosi/pengikisan yang tinggi, seperti :

- Pada puncak-puncak bukit, dimana pengikisan berlangsung intensif
- Pada aliran sungai, dimana arus sungai mengikis lapisan tanah penutup
- Pada dinding lembah, dimana tanah dapat dikikis oleh air limpasan
- Bukaan akibat aktivitas manusia, seperti tebing jalan, atau pada parit jalan

Pengamatan-pengamatan yang dapat dilakukan pada suatu singkapan antara lain :
- Pengukuran jurus dan kemiringan (strike & dip) lapisan yang tersingkap.
- Pengukuran dan pengamatan struktur-struktur geologi (minor atau major) yang ada.
- Pemerian (deskripsi) singkapan, meliputi kenampakan megaskopis, sifat-sifat fisik, tekstur, mineral-mineral utama/sedikit/aksesoris, fragmen-fragmen, serta dimensi endapan.

Lintasan (traverse)

Pada prinsipnya, dasar untuk membuat suatu lintasan difokuskan pada aliran-aliran sungai atau jalur-jalur kikisan yang memotong arah umum perlapisan, dengan tujuan dapat memperoleh variasi litologi (batuan). Secara umum lintasan (traverse) pemetaan ada 2 (dua), yaitu lintasan terbuka dan lintasan tertutup. Lintasan terbuka mempunyai titik awal dan titik akhir yang tidak sama, sedangkan lintasan tertutup bersifat loop (titik awal dan titik akhir sama).

Namun yang perlu (penting) diperhatikan, informasi-informasi yang diperoleh dari lintasan-lintasan yang dibuat dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan korelasi (interpretasi) batas satuan-satuan litologi. Selain itu, ada juga metode pemetaan yang dikenal sebagai lintasan kompas dan pengukuran penampang stratigrafi. Lintasan kompas (measured section atau tali kompas) dilakukan dengan tujuan membuat penampang (topografi dan litologi) di sepanjang lintasan

Interprestasi dan Informasi Data

Informasi-informasi yang dapat dipelajari atau dihasilkan dari kegiatan pemetaan geologi/alterasi antara lain :

- Posisi atau letak singkapan (batuan, urat, atau batubara).
- Penyebaran, arah, dan bentuk permukaan dari endapan, bijih, atau batubara.
- Variasi, kedudukan, kontak, dan ketebalan satuan litologi (stratigrafi atau formasi). 
- Struktur geologi yang mempengaruhi kondisi geologi daerah.
- Informasi-informasi pendukung lainnya seperti geomorfologi, kondisi geoteknik dan  hidrologi.
Gambar 1 : Peta dan penampang geologi suatu daerah vulkanik yang ditandai dengan munculnya beberapa tubuh intrusi (Graha, 1987)

Sedangkan dalam melakukan interpretasi tersebut, beberapa kaidah dasar geologi perlu diperhatikan, antara lain :

- Zona-zona mineralogis ; berhubungan dengan batas zona endapan/bijih, zona pelapukan, dan zona (penyebaran) alterasi.
- Aspek stratigrafi dan litologi ; berhubungan dengan perlapisan batuan, zona-zona intrusi, dan proses sedimentasi.
- Aspek struktur ; berhubungan dengan ketidak selarasan, patahan, lipatan, zona kekar, kelurusan-kelurusan, dll.

Dari hasil pemetaan geologi atau alterasi yang baik, maka dapat memberikan manfaat antara lain :

- Daerah (zona) pembawa bijih (zona endapan) dapat diketahui (diperkirakan).
- Dapat disusun model geologi endapan yang bersangkutan.
- Pekerjaan eksplorasi yang berlebihan (di luar zona bijih/endapan) dapat dihindarkan (efisiensi).

Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon