Mineral Penyusun Batuan Sedimen

MINERAL PENYUSUN BATUAN SEDIMEN - Mineral penyusun batuan sedimen adalah hampir sama dengan mineral – mineral penyusun batuan beku. Hal ini disebabkan oleh karena tidak semua mineral yang terdapat pada batuan beku terubah susunan kimianya, sehingga mineral itu tetap bertahan sampai terselesaikannya kegiatan pengendapan (sedimentasi) pada batuan. Mineral – mineral yang bertahan dan baru itu adalah sebagai berikut :
1. Mineral Kuarsa
Merupakan mineral penting dalam batuan sedimen, kadang – kadang membentuk 90 % dalam batupasir (batupasir kuarsa). Juga penting dalam batulanau (Silt) dan serpih (shale). Kuarsa dapat terjadi dari mineral detritus, tetapi juga dapat terbentuk oleh mineral autigen.

2. Mineral Felspar
Merupakan mineral penting dalam batuan beku, tetapi kurang jumlahnya jika dibandingkan dengan kuarsa dalam batuan sedimen. Banyak terdapat dalam batuan sedimen sebagai komponen detritus (dalam batupasir); sebagai mineral autigen dalam silt dan serpih, sedikit dalam gamping.


3. Mineral Mika
Mineral mika (Biotit dan Muskovit), terdapat dalam batuan sedimen sebagai klastika atau autigen. Biotit karena kurang stabil dari muskovit, maka jarang diketemukan dalam batuan sedimen, umumnya lapuk menjadi klorit kadang – kadang menjadi glaukonit.


4. Mineral Berat
Terdapat dalam jumlah kecil dalam batuan asalnya (Zircon, garnet, topaz, rutil, magnetit, dan lain – lain). Mineral – mineral ini sebagian dapat tahan terhadap penghancuran pelapukan, abrasi atau proses pelarutan.


5. Mineral Lempung
Merupakan silikat alumina “Hidrated”, berbutir halus (kurang dari 0,005 mm). Dapat terbentuk sebagai lempung residu oleh dekomposisi mineral asal, tetapi juga ditransportasikan dan diendapkan  sebagai sedimen.


6. Oksida besi dan alumina
Merupakan hasil pelapukan dari limonite (merupakan hasil pengerasan gel berbentuk amorf, isotrop dan bentuk ginjal, bitroidal atau bentuk colloform yang lain), Hematite dan Magnetite (terdapat dalam berbagai bentuk, kompak, Colummnar atau seperti tanah), Bauxite (pizolites, kongkresi, amorf), serta Gibbstit (berlembar halus, kongkresi sering terdapat dalam tubuh tanah atau laterit sebagai hasil pelapukan daerah tropis).


7. Mineral – mineral Kimia
Mineral yang lazim sebagai endapan langsung adalah karbonat, di antaranya kalsit, dan dolomit. Kalsit dalam batugamping dapat berbentuk sebagai fragmen atau sebagai semen. Dolomit agak sukar dibedakan dengan kalsit, yang merupakan “Replacement” dari kalsit.


8. Mineral Silika
Dapat berbentuk kuarsa, kalsedon atau opal. Kuarsa yang diendapkan secara kimia dalam batuan sedimen adalah kuarsa yang bertemperatur rendah. Kalsedon dominan dalam rijang, berbentuk serabut dengan susunan atom dari kuarsa. Opal mula – mula merupakan silika amorf.


9. Mineral Silikat
Hanya sedikit yang terbentuk karena pengendapan, kebanyakan terdapat dalam batuan sedimen sebagai residu atau hasil pelapukan. Kedua – duanya ditransportasikan dan diendapkan secara mekanis. Silikat juga terbentuk dalam batuan sedimen setelah pengendapan, misalnya felspar autigen, mika dan klorit.


10.Lain – lain, mineral – mineral lain yang mungkin terdapat dalam sedimen adalah fosfat, sulfida dan halida. Mineral fosfat yang lazim adalah bersifat amorf, masif, oolitis, koloform, atau replacment dari kerang, tulang dan sebagainya.


Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen

Mineral Penyusun Batuan Sedimen

Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon