Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf

TEKSTUR DAN STRUKTUR BATUAN METAMORF – Pembahasan mengenai tekstur pada batuan metamorf dikenal berbagai macam istilah, yaitu :
Lepidoblastik
Memeperlihatkan orientasi yang dibentuk oleh kesejajaran mineral – mineral pipih, seperti : mika dan klorit.
Nematoblastik
Memperlihatkan orientasi yang dibentuk oleh kesejajaran mineral – mineral tabular, prismatik, meniang dan lain – lain, seperti : Sillimanit Piroksen, Amfibol dan lain – lain.
Granoblastik


Memperlihatkan susunan yang terdiri dari mineral berbutir dengan dimensi yang sama (Equidimentional). Dari 3 bentuk umum tekstur yang ada pada batuan metamorf, dapat dikelompokkan menjadi 2 tekstur, yaitu :
1. Heteroblastik
Suatu tekstur batuan metamorf yang memperlihatkan lebih dari satu macam bentuk tekstur metamorf, seperti : Lepidoblastik, Nematoblastik dan Granoblastik.
2. Homeoblastik
Suatu tekstur batuan metamorf yang memperlihatkan satu macam bentuk tekstur metamorf, seperti : Lepidoblastik, Nematoblastik dan Granoblastik.
Tekstur Khusus

Pada batuan metamorf tidak hanya tekstur umum yang ada, tetapi memiliki tekstur khusus pada batuannya :
1. Porfiroblastik
Tekstur yang mempunyai bentuk yang hampir sama dengan tekstur porfiritik pada batuan beku. Memperlihatkan adanya butir kristal yang besar (Porfiroblast) di dalam masa dasar yang terdiri dari kristal – kristal yang lebih halus.
2. Blastoporfiritik
Hampir sama dengan porfiroblastik dengan perbedaan terletak pada kejadiannya. Blastoporfiritik berarti merupakan tekstur sisa dari batuan sebelumnya.
3. Idioblast
Suatu tekstur khusus untuk batuan yang mempunyai butiran kristal euhedral yang terbentuk karena proses metamorfosa.
4. Xenoblast
Suatu tekstur khusus untuk batuan yang mempunyai butiran kristal anhedral yang terbentuk karena proses metamorfosa.
5. Sub - Idioblast
Suatu tekstur khusus untuk batuan yang mempunyai butiran kristal subhedral yang terbentuk karena proses metamorfosa.

Struktur Batuan Metamorf
Struktur pada batuan metamorf secara umum dibagi menjadi 2 macam struktur, yaitu :
1.Foliasi
Yaitu struktur paralel yang timbul oleh mineral – mineral  pipih sebagai akibat proses dari metamorfisme. Foliasi ini bisa diperlihatkan oleh mineral – mineral prismatik yang menunjukkan orientasi tertentu.
2.NonFoliasi
Yaitu Struktur yang dibentuk oleh mineral yang equidimensional,  terdiri dari butiran – butiran (granular) yang dapat dijumpai pada batuan metamorf hornfels dihasilkan oleh metamorfosa thermal.

Batuan Metamorf

Pada struktur Foliasi dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis struktur :
a. Slaty Claveage
Struktur khas pada batuan sabak (slato), memperlihatkan foliasi/tetapi belum terlihat adanya “segregation bedding” (perlapisan akibat pemisahan dari macam – macam mineral).
b. Granulose/hornfels
Struktur yang memperlihatkan susunan mineral yang berbentuk butiran (granular). Yang biasanya mempunyai dimensi sama (equidimentional) dengan batas butiran bergerigi atau tidak.
c. Filonitik
Gejala dan kenampakan yang sama dengan milonitik, dimana sudah terjadi rekristalisasi dan menunjukkan kilap silky (sutera).
d. Phylitic
Struktur yang khas untuk batuan filit, foliasinya lebih sempurna dari sabak dimana “segregation bedding” sudah terlihat tetapi belum sempurna.
e. Schistosity
Struktur foliasi yang menerus, (Closeschisity) terbentuk antara lain karena perulangan perlapisan antara mineral – mineral pipih dengan mineral – mineral berbutir, “Segregation bedding” sudah sempurna.
f. Gneistose
Struktur akibat perulangan mineral pipih dengan mineral equigranular, orientasi mineral pipih terputus – putus (tidak menerus) oleh mineral granular biasa disebut open scjiestose.
g. Milonitik
Memperlihatkan gejala hancuran dimana terlihat adanya fragmen yang lebih besar dikelilingi oleh material halus yang memperlihatkan foliasi.
Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon