Ekstrak Data Berdasarkan Kadar Eksplorasi Menggunakan Software Surpac

Setelah geologi database sudah dibuat, maka tahapan selanjutnya yaitu ekstract data yang terdapat didalam database. Posting kali ini penulis akan berbagi tentang Ekstrak Data Berdasarkan Kadar Eksplorasi Menggunakan Software Surpac. Posting ini penulis buat hanya untuk "Berbagi Sesama Orang Tambang" tanpa ada maksud untuk menggurui, sombong, pamer dan lain sebagainya... Oke langsung saja Setelah database sudah selesai dibuat, tahapan berikutnya yaitu Ekstract data. Maksud Ekstract data disini adalah membuat korelasi data kadar yang terdapat didalam database berdasarkan klasifikasi kadar eksplorasi. Perhatikan (Gambar C1)
Gambar C1
Klasifikasi Kadar Eksplorasi
Untuk memulai tahapan ekstrack data yaitu buka program Surpac 6.2 kemudian “Set As Work Directory” klik kanan pada taskbar aktifkan profil database.  Klik tahan pada nama database seret ke dalam layer. Setelah database sudah aktif selanjutnya klik Ekstract pilih Sampel Data
Gambar C2
Muncul kotak dialog pada kolom “Location” isi nama yang mau diekstract karena data yang mau diekstract adalah overburden maka nama filenya overburden, “ID Number” 2, “String” 2 berarti nomor string 2 berwarna biru, “Sample Coordinate Point” checklist di middle. Setelah semua telah selesai klik Apply
Gambar C3
Muncul kotak dialog " select the assay table to proces " pada kolom Table Name pilih data_validation, disesuaikan karena data sample telah digabungkan menjadi satu table yaitu data_validation, apabila pembuatan table sample terpisah maka table sample tersebut yang diaktifkan.
Gambar C3
Muncul kotak dialog lagi pilih kadar yang mau diekstract, disini data kadar yang mau diekstract yaitu kadar ni dan kadar fe saja selanjutnya klik Apply kemudian klik Apply lagi
Gambar C4
Gambar C5
Selanjutnya muncul kotak dialog " define query constraints" pada kolom Field Name pertama pilih kadar Ni dan kolom kedua kadar Fe kemudian dimatch menggunakan fungsi logika berdasarkan distribusi kadar eksplorasi lihat kembali (gambar C1). Perhatikan (Gambar C.5) tekan Apply kemudian Apply lagi. Tunggu sampai proses ekstract datanya selesai
Gambar C6

Apabila proses ekstract data sudah selesai dilakukan kemudian perhatikan pada directory kerja yang dimana sudah ada penambahan file yaitu string overburden_2 yang terbentuk dari hasil ekstarct data kadar Ni dan kadar Fe
Gambar C7
Proses selanjutnya sama yaitu dimulai dari tahap pertama (Gambar C2) sampai dengan tahap kelima (Gambar C6) pada tahapan itu berbeda fungsi logikanya karena data yang mau diektrack adalah kadar limonit, saprolit dan waste. tinggal disesuaikan saja penggunaanya. Untuk lebih bagusnya setiap penamaan nama file yang mau diextract nomor idnya disesuaikan dengan nomor stringnya, tujuannya yaitu mempermudah ketika pembuatan block model estimasinya nilai block dapat dilakukan dengan mudah. Untuk catatan pembuatan block model nanti dibahas pada posting berikutnya.
Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon