Batuan Piroklastik

BATUAN PIROKLASTIK - Batuan Piroklastik yaitu batuan yang terbentuk dari hasil ledakan gunung api akibat adanya gaya energi geothermal dari dalam bumi. Batuan piroklastik ini belum mengalami proses pengangkutan oleh medium apapun, jadi batuan ini membeku di atas udara pada saat terjadinya letusan pada gunung api yang masih aktif. Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Lain halnya dengan batuan epiklastik, yaitu batuan yang sudah mengalami pengangkutan (transportasi) yang mengakibatkan terjadinya pengikisan pada batuan oleh medium (air dan angin) yang membawanya. Batuan epiklastik ini biasanya terdapat pada tempat – tempat yang rendah seperti lembah – lembah,  sungai – sungai, danau – danau ataupun laut.

Batuan Piroklastik

Proses pembentukan batuan piroklastik diawali dengan meletusnya gunung api, mengeluarkan magma dari dalam bumi diakibatkan dari energi yang sangat besar yaitu gaya endogen dari pusat bumi. Magma yang dikeluarkan oleh gunung itu terhempas ke udara, sehingga magma tersebut membeku dan membentuk gumpalan yang mengeras (yang kemudian disebut batu). Gumpalan tersebut memiliki struktur dan tekstur yang tertentu pula. Sedangkan batu – batu tadi yang telah mengalami proses pengangkutan (transportasi) oleh angin dan air, maka batuan tersebut disebut dengan batuan epiklastik.

Batuan epiklastik ini banyak terdapat di daerah – daerah yang rendah, disebabkan oleh medium yang membawanya ke tempat – tempat yang rendah di sekitar gunung tersebut. Tempat – tempat rendah itu seperti di sungai, danau, laut dan lembah – lembah pegunungan.

Mekanisme pengendapan pada batuan piroklastik yaitu ada 2 macam mekanisme pengendapan, yaitu :
1. Fall Deposit
Endapan piroklastik yang dibentuk oleh jatuhan material halus yang terbawa oleh angin.


2. Flow Deposit
Endapan piroklastik yang diangkut oleh media air di mana terjadi pencampuran dari segala macam ukuran butiran.


Ciri – ciri batuan piroklastik dan batuan epiklastik, yaitu :
1. Batuan Piroklastik
a. Tekstur
   - Menyudut sampai menyudut tanggung
   - Tingkat keseragaman butir penyusun sama
b. Komposisi
   - Material stabil dan tidak stabil
   - Murni disusun oleh bahan – bahan dari letusan gunung api

2. Batuan Epiklastik
a. Tekstur
   - Bentuk butir membulat sampai membulat tanggung
   - Ukuran butir bervariasi
b. Komposisi
   - Bahan – bahan relatif stabil
   - Hasil pengangkutan dengan material sedimen lainnya.
Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon