Geologi Lingkungan Tentang Batuan Sebagai Bahan Kontruksi

GEOLOGI LINGKUNGAN TENTANG BATUAN SEBAGAI BAHAN KONTRUKSI, Batuan bahan kontruksi diklasifikasikan berdasarkan ukuran, metode  pengolahan, pemakaian akhir dan apakah aslinya tanah (mudah digali) atau batu. Adapun klasifikasi dari bahan kontruksi adalah :
1. Broken rock 
 Break water armourstone
 Rip rap
 Break water core stone, rock fill
2. Coarse crushed rock 
 Asphalt & concrete aggregate
 Rail ways ballast
 Free draining sub base
3. Fine Crushed rock 
Geologi Lingkungan

PERSYARATAN TEKNIK
Berikut diberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan klasifikasi di atas.
Break Water Armourstone
- Mempunyai ukuran besar, dimensi sama dan menyudut. Ukuran blok tergantung dengan besarnya gelombang laut yang dihadapi.
- Intact rock dengan densitas >2,7 ton/m3 tahan terhadap air laut, pengembangan dan pengkerutan, abrasive antara blok dengan gelombang.
- Dibutuhkan joint dengan jarak yang lebar dan regular.
- Persyaratan rip rap sama dengan break water, kecuali ukurannya lebih kecil.
Railway Ballast
- Terdiri dari campuran material kasar, menyudut, non flaky, non elongate dengan ukuran -75 mm + 10 mm. Densitas setelah pemadatan lebih besar 1,3 ton/m3
- Mengandung coating clay dan dust < 1% agar ballast tetap free draining
- Intact rock, tidak lapuk, durable, tidak porus dan padat.
Aggregate (untuk asphalt dan beton)
- Persyaratan sama dengan ballast tapi lebih halus dengan ukuran -37 mm +5 mm. Biasanya ditambahkan dengan pasir dalam proses pembuatannya.
- Sifat dari intact rock sama dengan ballast plus tidak rekatif dengan semen.
- Bentuk partikel sama dengan ballast
Road base
- Well graded. Material halus (- 2,36 mm) harus cukup untuk mengisi ruang antara partkel kasar. Stabilitas tergantung dari pemadatan.
- Adanya sedikit kandungan lempung akan berfungsi sebagai binder
Lempung
- Linear shrinkage < 6 %, warna tergantung dari trace elemen
- PI 10 - 20

PERSYARATAN  UMUM BATU BAHAN KONTRUKSI
Agar batu dapat digunakan sebagai bahan kontruksi, biasanya harus memenuhi persyaratan sbb:
- Berada dalam jarak yang ekonomis ke pamakai yang potensial, sehingga tidak terlalu membebani ongkos penambangan dan pengolahan.
- Cukup kuat untuk menahan deformasi atau crushing akibat beban yang dialami dan perubahan volume akibat perubahan moisture content.
- Cukup durable untuk menahan stress selama masa kerja dari jalan/beton
- Mempunyai kemampuan untuk tahan erosi, abrasi.
- Tahan terhadap infiltrasi air.
Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon