Ruang Lingkup Geologi Dalam Perencanaan Pemukiman

RUANG LINGKUP GEOLOGI DALAM PERENCANAAN PERMUKIMAN. Tanpa disadari, ahli geologi mempunyai peranan yang sangat penting dalam perencanaan tata ruang suatu daerah, baik untuk permukiman maupun untuk pertambangan. Ruang lingkup yang ditangani ialah :
1. Optimasi pemakaian suatu wilayah permukiman (jika pilihan memungkinkan) atau membuat alternatif desain untuk pekerjaan remedial (jika dan tidak ada pilihan lokasi lain).
2. Penelitian tanah/batuan menentukan lokasi yang tidak menguntungkan untuk pondasi (misalnya : sweeling clay) dan ketidakstabilan lereng.
3. Penelitian lokasi daerah sumber bahan  bahan kontruksi.
4. Melakukan pendugaan kondisi penggalian.
5. Penanganan air permukaan dan air tanah serta lokasi tandon air.
6. Melakukan identifikasi untuk menghindari sterilisasi dari sumber mineral.
7. Melakukan evaluasi kemungkinan bahaya geologi (longsoran, banjir, erosi pantai, amblesan, gempa bumi dan aktifitas gunung api).
8. Melakukan pemetaan dan identifikasi lokasi yang mempunyai arti geologi yang penting.    

Disamping yang disebut di atas, seringkali seorang ahli geologi diminta untuk melakukan pekerjaan evaluasi pendahuluan daru suatu pembangunan infrastruktur seperti :
1. Jalan raya, jalan KA, jembatan
2. Perkotaan
3. Dam, bendungan, waduk
4. Jalur dan pipa air serta aquaduct
5. Fasilitas pembuangan air kotor dan air hujan
Geologi Lingkungan

PENELITIAN GEOLOGI UNTUK PERENCANAAN PERMUKIMAN
Pekerjaan pendahuluan yang sering dilakukan untuk urban planning dari segi geologi adalah ;
1. Pemetaan detil dari kondisi tanah, geologi, geomorfologi dan air tanah pada skala 1 : 1.000 sampai 1 : 10.000.
2. Penambangan lubang bor, auger and test pit, pemantauan air tanah dan aktivitas seismik.
3. Membuat data base, dari kondisi geologi, geoteknik, hidrogeologi, dan lokasi bor air.
4. Evaluasi batas tapak kontruksi yang ada di sekitar lokasi dan cara penanganannya.

TREND GEOLOGI TEKNIK DI DAERAH URBAN
Karena jumlah penduduk semakin besar, maka kebutuhan akan tanah yang strategis semakin tinggi, sehingga harga tanah diperkotaan semakin mahal. Hal ini menimbulkan usaha-usaha optimasi pemakaian lahan, sehingga menimbulkan kecenderungan-kecenderungan sebagai berikut :
1. Pemakaian kembali lokasi pabrik dan tempat pembuangan limbah untuk perumahan mewah yang mahal (masalah yang timbul tanah urug, limbah beracun, toxic waste dll).
2. Perluasan wilayah permukiman ke lokasi bekas tambang masalah dihadapi : dangkal (yang dihadapi : waste dump, amblesan, lokasi bekas tambang yang terbakar dll).
3. Pembangunan terowongan dan jalan tol didaerah yang lalu-lintasnya sangat padat (seringkali karena tidak ada pilihan lain, harus melalui daerah dengan kondisi geoteknik yang sangat jelek.
4. Dalam pekerjaan konstruksi batasan besarnya getaran akibat peledakan yang diijinkan sehingga mechanical excavation lebih disukai untuk batuan keras.
5. Pembuatan ruang bawah tanah yang dalam, sehingga menimbulkan masalah longsoran, air tanah, banjir.
6. Pemakaian artificial agregate, dalam usaha stabilisasi  dasar jalan.

Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon