Geologi Lingkungan Tanah Residu Daerah Tropis

GEOLOGI LINGKUNGAN - TANAH RESIDU  DAERAH TROPIS, Tanah merupakan bahan kontruksi yang mudah digali dan mudah terintegrasi di air dalam waktu 24 jam. Biasanya dipakai sebagai filling material, pavement material atau bahan aggregate. Digunakan pada lahan yang akan ditempati oleh bangunan ringan. Problem utama yang timbul dari tanah residu adalah pengembangan dan pengkerutan (terutama tanah yang mempunyai kandungan lempung tinggi), liquifaction dan runtuhan yang tiba-tiba, piping, penurunan dan masalah kestabilan.

Sifat yang perlu mendapat perhatian adalah: ukuran butir, porositas, permeabilitas, fabric dan mineralogi. Sedangkan air tanah pada umumnya dapat mengalir melalui bidang diskontinuitas. Adanya air ini akan menurunkan kestabilan karena adanya tekanan pada joint. Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Pengantar Geologi Lingkungan
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Deposit Collovial
- Ruang Lingkup Geologi Dalam Perencanaan Pemukiman
- Geologi Lingkungan  Tentang Gempa Bumi
- Geologi Lingkungan Tentang Polusi
- Geologi Lingkungan Tentang Batuan Sebagai Bahan Kontruksi
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Pasir Kasar Dan Gravel
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Estuarin
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Dataran Banjir
- Geologi Lingkungan Tanah Residu Daerah Tropis
- Geologi Lingkungan Tanah Mengembang Atau Expasive Soil 


Lebih lengkap Geologi Lingkungan di SINI



Geologi Lingkungan

TANAH RESIDU  DAERAH TROPIS
Umumnya terdiri dari lempung dengan sedikit tersemen oleh Fe, Al oksida/ hidroksida. Tanah didaerah tropis sering tidak homogen sehingga sangat sensitive pada saat pengiriman conto.
Tanah ini terbentuk di daerah dengan curah hujan tinggi dan musiman dengan air tanah antara netral dan basa. Feldpar dan mafic akan terurai sehingga akan terlepas SiO2, K2O, CaO MgO sehingga hanya tertinggal Fe dan Al oksida. Tanah dapat mengeras karena adanya pengeringan dan reaksi  antara Fe2O3, Al2O3 dan lempung membentuk agregate.

Secara mikrostruktur, partikel lempung akan akan tersemenkan ke dalam kongkresi dan kilap dari agregat disebabkan adanya Fe oksida. Ketika proses pelapukan semakin intensif, agregat semakin membesar sehingga pori juga semakin membesar. Densitas semakin besar karena persentasi Fe oksida juga meningkat. Untuk melihat derajad pelapukan tanah digunakan perbandingan antara SiO2 dan FeOx +AlOX. Tanah holloysitic  mempunyai struktur tubular. Secara umum insitu densitas kering adalah rendah (1,7 - 2.1 Ton/m3) dan untuk tanah holloysitic adalah 1 ton/m3)

Shear strength dari tanah umumnya tinggi ( = 280 - 320) dan lebih tinggi lagi untuk tanah holloysitic.  Cohesi  antara 0 - 50 KPa karena adanya semen oksida. Tetapi dapat berkurang sampai 50 % pada kondisi jenuh. Insitu tanah mempunyai permeabilitas yang tinggi, tetapi akan berkurang jika dilakukan “ peremasan” untuk percontohan. Mempunyai kompresibilitas yang rendah karena munculnya efek penyemenan dari aggregate. dan adanya pembebanan dapat menyebabkan  rusaknya ikatan dan hancurnya agregate lempung. Sering sekali  gravel dari laterit (ironstone) merupakan bahan agregate yang baik. Nilai soudness dari (ironstone) sangat bervariasi. Los Angeles dan absorbsi air dapat digunakan untuk test  kualitas ironstone.
Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon