GEOLOGI LINGKUNGAN – TANAH MENGEMBANG/EXPASIVE SOIL. Dalam golongan expasive soil ini termasuk di dalamnya grumosol, vertisol, black earth. Umumnya mempunyai kandungan lempung yang tinggi, munculnya fissured structure (membentuk granular, prismatik dan bloky). Akan bersifat mengembang pada saat basah dan mngkerut serta retak pada saat kering. Nodule calcareus ditemukan di dalam tanah ini dan pada daerah kering sering ditemukan juga gipsum. Kesuburan sedang sampai sangat subur, tapi dilain pihak akan menyebakan masalah pada pondasi.
PEMBENTUKAN EXPANSIVE SOIL
Meterial induk dari expansive soil adalah basalt, instrusi yang bersifat mafik/ intermediate, mudstone dam shale dan alluvium yang berasal dari batuan sebelumnya. Umumnya terjadi pada slope bagian bawah, dataran alluvial. Kemungkinan adanya teras gravel yang berumur tersier.
Kandungan lempung 30-90% dan pada umumnya di dominasi oleh montmorilonit. kandungan illite akan meningkat di daerah yang lebih kering. Munculnya kaolin menunjukan bahwa batuan induknya berasal dari batuan sedimen. Kapasitas pengembangan (CEC) tergantung pada presentase lempung dan mineralogi dari lempung itu sendiri (Contoh CEC Na>>K>>Mg>Ca) sementara munculnya Fe dan Ni secara umum tidak menyebakan terjadinya pengembangan. Sering menimbulkan permukaan yang bergelombang dan ini bisa dilihat dari photo udara sebagai totol-totol.
DESIGN DAN PERFORMAN DARI JALAN DI DAERAH EXPANSIVE SOIL
Permasalahan
Biasanya bergelombang karena adanya perbedaan heave, rekahan longitudinal biasanya dekat dekat dengan sisi jalan asphalt akibat adanya pengkerutan/heave. Akan terjadi progresif rusaknya pelapis jalan asphalt akibat adanya pengkerutan. Daerah jalan yang tergenang akan lebih parah akibatnya.
Penanganan
Memindahkan subgrade badan jalan dengan dan diisi dengan granular material. Membuat pavement yang lebih tebal pada sisi jalan untuk menahan efek heave dan pengkerutan. Selokan harus diperdalam sehingga membentuk table drain dan munculnya genangan harus dihindari.
Diatas subgrade dapat diisi dengan gamping untuk menstabilkan jalan. Pada bagian bahu jalan yang biasanya tidak diasphalt sebaiknya ditutup untuk mengurangi infiltrasi.
FONDASI BANGUNAN DI DAERAH EXPANSIVE SOIL
Permasalahan
Permasalahan bangunan yang didirikan di daerah expansive soil adalah sering terjadi crack di dinding, gangguan pada rangka jendela dan pintu, lantai yang bergelobang, sering terjadi saluran air kotor atau pipa air patah
Pananganan
Sebaiknya bangunan dibuat dengan sistem flexible lightweight structure. Jika mungkin fondasi diletakan di bawah lapisan expansive soil atau di bawah zone fluktuasi air.
Untuk menahan pergeseran sebaiknya digunakan beton penguat yang sangat stiff atau lembaran beton yang berat untuk menghindari heave.
Alternatif lain adalah mengali tanah ekspasif dengan material yang tidak ekspasif. Pengisian lapisan dengan kapur akan menstabilkan fondasi. Sebaiknya teras di sekeliling rumah harus impermeable (disemen) untuk menghindari infiltrasi. Jangan melakukan pananaman pohon maupun memindahkan pohon dari sekeliling rumah karena akan menggangu fluktuasi air tanah.
INVESTIGASI DAERAH TANAH EXPANSIVE
Adanya info dari penduduk setempat, penampakan dari bangunan dan jalan setempat sangat membantu indikasi adanmya tanah ekspansif atau tidak. Test pit dan auger cukup untuk melakukan sampling. Test yang umum dilakukan untuk pengujian tanah ekspansif adalah : Linear shringkage, Atterberg limit, Pi x % lempung. Kadang-kadang dilakukan test : CBR, Soil Suction, Swelling pressure dan mineralogi lempung. Dalam site investigasi juga perlu diperhatikan lokasi gravel (biasanya pada teras aluvia) untuk pengisi subgrade jalan.
"tidak direkomendasikan menggunakan software bajakan, gunakan software asli dari penyedia/vendor, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan (it is not recommended to use pirated software, use the original software from the provider to avoid unwanted things)".by admin orangtambang
Follow WhatsApp Channel orangtambang.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar