Geologi Lingkungan Tentang Amblesan

GEOLOGI LINGKUNGAN - TENTANG AMBLESAN (SUBSIDENCE) Dimaksud dengan amblesan yaitu subsidence adalah turunnya permukaan tanah sebagai akibat dari perubahan yang terjadi dibawah Tanah

PENYEBAB TERJADINYA AMBLESAN
Amblesan dapat terjadi di berbagai tempat dan disebabkan oleh banyak faktor, misalnya :
1. Tambang batubara, terutama metoda penggalian keseluruhan (total extraction) contohnya metoda longwall atau block caving. Tetapi kadang-kadang pada  sistem room and pillar  pada kedalaman yang dangkal memungkinkan terjadinya amblesan dan geometri dari amblesan mencerminkan pola pola support yang ada. Adanya spontaneous combustion pada lapisan batubara juga bisa menyebabkan timbulnya amblesan. Amblesan sebagai akibat penambangan biasanya hanya terjadi pada skala kecil (lokal) yaitu di daerah bekas tambang yang bersangkutan saja. Meskipun demikian faktor geologi tetap mempunyai peranan yang penting.
2. Penambangan untuk endapan berlapis (stratiform), contohnya garam, bijih besi, gipsum dll.
3. Pemompaan air tanah, uap geothermal dan minyak bumi yang berlebihan, akan menaikkan efektif stress dan mengakibatkan kompaksi dan amblesan tanah.
4. Penambangan pada badan bijih yang mempunyai kemiringan yang sangat tajam dan berbentuk pipa.
5. Pengeringan pada endapan gambut atau lignite.
6. Akibat tektonik, biasanya peristiwa ini terjadi akibat turunnya bagian bawah dari patahan atau sinklin. Umumnya terjadi sangat lambat walaupun pernah terjadi amblesan sedalam 2 m dalam waktu yang singkat.
7. Beban dari luar.
8. Pelarutan batuan di bawah tanah. Amblesan ini umumnya terjadi akibat proses pelapukan kimia pada batu gamping, dolomite dan gipsum. Pelarutan ini merupakan proses alamiah, tetapi akibat perubahan  hidrologi kemungkinan proses pelarutan akan dipercepat sehingga menyebabkan amblesan. Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Pengantar Geologi Lingkungan
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Deposit Collovial
- Ruang Lingkup Geologi Dalam Perencanaan Pemukiman
- Geologi Lingkungan  Tentang Gempa Bumi
- Geologi Lingkungan Tentang Polusi
- Geologi Lingkungan Tentang Batuan Sebagai Bahan Kontruksi
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Pasir Kasar Dan Gravel
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Estuarin
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Dataran Banjir
- Geologi Lingkungan Tanah Residu Daerah Tropis
- Geologi Lingkungan Tanah Mengembang Atau Expasive Soil 


Lebih lengkap Geologi Lingkungan di SINI


Geologi Lingkungan

MASALAH-MASALAH YANG DIAKIBATKAN OLEH AMBLESAN
1. Retakan pada dinding batu yang disebabkan oleh tekanan dan tarikan.
2. Mengubah bentuk bingkai pintu dan jendela, dan badan jalan.
3. Bangunan-bangunan tinggi menjadi tidak seimbang atau miring, misalnya chimney, tower transmisi.
4. Masuknya air ke area penambangan.
5. Banjir pada daerah rendah atau menjadi rawa.
6. Kerusakan pada jaringan pipa atau terjadinya aliran balik di dalam pipa.
7. Retakan terbuka sampai ke permukaan tanah akan mengakibatkan rusaknya konstruksi di atasnya.
8. Perubahan pola aliran permukaan dan air tanah.

PENGARUH GEOLOGI PADA TERJADINYA AMBLESAN
Litologi mempengaruhi kuat tarik, regangan hancur, kekakuan dan bulking factor dari perlapisan atap (roof strata). Karakteristik joint, terutama spasi dan vertical persistence sangat mempengaruhi ukuran blok, kecepatan amblesan dan regangan permukaan. Individual joint sangat mungkin akan terbuka menjadi rekahan permukaan. Struktur planar (patahan, dyke) mengakibatkan pergerakan permukaan sepanjang pada jejak permukaannya.

Kedalaman pelapukan (dan material tanahnya) mempengaruhi besarnya rekahan permukaan, sudut limit dan regangan maksimum. Topografi permukaan dan kemiringan perlapisan subsurface mempengaruhi  simetri dari profil amblesan dan distribusi regangan tarik dan tekan. Sebaliknya, amblesan mempengaruhi massa aliran hidrologi yaitu dengan terjadinya rekahan massa batuan pada saat terjadi tegangan tarik tetapi akan tertutup kembali, dan terjadi perubahan pola aliran air di permukaan dan bawah tanah.

EFEK LITOLOGI
Pada umumnya amblesan berhubungan dengan perlapisan yang masif (seperti sandstone, conglomerate, limestone) dengan kekuatan massa batuan yang besar (50-60 MPa) karena itu mempunyai rigiditas yang tinggi  dan tensile bending yang rendah.

Faktor amblesan untuk lapisan shale mencapai 0.9 dibandingkan dengan sandstone masif dimana faktor amblesannya hanya 0.55 - 0.65 (data dari tambang batubara di Illawara dan New Castle). Tetapi beberapa shale sangat masif dan kaku (100 MPa) maka akan ambles seperti layaknya sandstone yang masif.

Patahan atau rekahan yang tidak menerus (bridging characteristic) pada lapisan yang masif  dapat digunakan untuk pilar dan panel dimana terjadinya perubahan regangan akibat amblesan sangat dibatasi, misalnya di daerah perkotaan.

JOINT
Kekar terbuka karena adanya regangan tarik, 200 mm mungkin terjadi di lapangan tetapi yang umumnya terjadi adalah 25-50 mm, sedangkan bukaan 600 mm sangat jarang terjadi.  Pembukaan joint umumnya mengarah secara subparalel (lebih kurang 300) dari garis muka yaitu sepanjang garis yang mempunyai regangan tarik maksimum. Joint terbuka pada saat  terjadinya fase tarikan (tensile phase) dari gelombang amblesan dan umumnya akan menutup kembali pada fase tekanan (compressive phase). Joint yang akan tetap terbuka umumnya terjadi di ujung panel.

Joint terbuka atau rekahan sangat nampak pada outcrop atau di bawah lapisan tanah yang tipis terutama dekat jurang, dimana sangat mungkin menjadi penyebab rockfalls. Rekahan yang sangat lebar dengan jarak antar rekahan lebih kurang 100 m  terdapat di sepanjang master joints. Pergerakan pada master joint menyebabkan patahnya massa batuan dan mengurangi nilai faktor amblesan.

FAULT DAN DYKES
Pengaruh amblesan pada patahan dan dykes hampir sama dengan pada master joint tetapi dapat terjadi lebih merusak (pada daerah yang terjal dapat terjadi lemparan sejauh 1-2 m), bila lapisan tanahnya tebal dapat mengakibatkan tonjolan ke atas bump.  Yang juga perlu diperhatikan adalah masuknya aliran air tanah ke daerah kerja karena patahan atau dykes mempunyai arah yang cenderung lebih vertikal daripada joint.

PELAPUKAN TANAH DAN ENDAPAN BAGIAN ATAS
Pada umumnya tidak mempengaruhi amblesan tetapi mengurangi regangan permukaan, terutama mengurangi konsentrasi regangan karena adanya kekar terbuka. Pelapukan menyebabkan kekuatan batuan menjadi lebih kecil dan mudah terdeformasi daripada batuan induknya, misalnya saprolit dan residual soil cenderung berprilaku plastis daripada brittle.

Pelapukan menyebabkan kesulitan mengidentifikasi pergerakan amblesan dari mengembang atau mengkerut karena perubahan kelembaban alami. Pasir lepas dan jenuh di rawa-rawa utama cenderung mengalir karena amblesan sehingga mengurangi pergerakan vertikal dan regangan, dan meningkatkan sudut batas (misalnya amblesan pada permukaan yang datar tetapi efeknya lebih luas.

EFEK TOPOGRAFI
Efek topografi pada amblesan sangat sederhana, untuk daerah daerah perbukitan regangan tarik meningkat sepanjang ride lines dan regangan tekan meningkat disepanjang lantai gully.  Perlu ditambahkan bahwa prediksi amblesan secara empirik didasarkan pada ketinggian permukaan kerja, dimana kondisi ini tidak dapat dipakai untuk lereng yang curam.

HIDROLOGI
Sumur-sumur air akan kehilangan airnya pada saat terjadi tarikan amblesan karena pergerakan massa batuan. Tinggi muka air cenderung mengikuti sampai pada level akhir amblesan maka secara keseluruhan akan terjadi peningkatan permeabilitas. Tetapi  aquiclude  akan runtuh menyebabkan kebocoran antara aquifer. Hal ini bisa menyebakan terjadinya intrusi air laut jika berada di daerah dataran pantai.

Lubang bor yang tidak bercasing kemungkinan akan runtuh akibat adanya shearing sepanjang bedding dan adanya aquifer yang runtuh akan menyebabkan tambang kebanjiran, sebab lubang bor dan patahan akan berfungsi sebagai saluran air.
Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon