Geologi Lingkungan Prosedur Penelitian Lapangan Untuk Quarry Batu

GEOLOGI LINGKUNGAN - PROSEDUR PENELITIAN LAPANGAN UNTUK QUARRY BATU. Alat utama untuk eksplorasi quarry batu adalah core drilling. Kadang-kadang auger dan test pit digunakan untuk menentukan kedalaman daerah pelapukan tanah penutup dan mengisi detail antara out crop pada waktu pemetaan. Cara seismik refraksi dan resistivity dapat digunakan untuk penelitian lapangan secara tidak langsung.

Pemboran umumnya dilakukan secara vertikal dan sebaiknya dilakukan secara sistematis dengan jarak 100 m. Sering kali juga inti bor ditest secara semi quantitative dengan menggunakan point load strength index, Schmit hammer.

Tujuannya untuk memberikan gambaran tiga dimensi dengan penekanan pada klas batuan, distribusi pelapukan dan alterasi. Untuk menentukan kualitasnya, core diambil untuk analisa petrografi, UCS, Indirect Tensile Strength, Elastic modulus, kecepatan gelombang sonic, densitas dan kandungan air. Biasanya core ini tidak cukup untuk analisa agregat seperti Los Angeles Abrasion test, sulphate soudness, angegate crushing value dll.

Pemetaan Geologi pada skala 1: 5000 atau 1:10.000 digunakan sebagai data tambahan dari pemboran. Karena out crop permukaan lebih lapuk dan mempunyai joint yang lebih banyak dibandingkan masa batuan yang berada di kedalaman. Pada tahap pendahuluan photo udara bisa digunakan bersama-sama dengan peta  geologi skala regional. Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Pengantar Geologi Lingkungan
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Deposit Collovial
- Ruang Lingkup Geologi Dalam Perencanaan Pemukiman
- Geologi Lingkungan  Tentang Gempa Bumi
- Geologi Lingkungan Tentang Polusi
- Geologi Lingkungan Tentang Batuan Sebagai Bahan Kontruksi
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Pasir Kasar Dan Gravel
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Estuarin
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Dataran Banjir
- Geologi Lingkungan Tanah Residu Daerah Tropis
- Geologi Lingkungan Tanah Mengembang Atau Expasive Soil 


Lebih lengkap Geologi Lingkungan di SINI


Geologi Lingkungan



TUJUAN INVESTIGASI
Tujuan dari pemboran dan pemetaan dari lapangan quarry adalah menentukan kualitas dan kuantitas dari batuan yang ada. Data sampingan lain  yang didapat dapat digunakan untuk pit design dan perencanaan untuk ekstrasi dan rehabilitasi. Joint orientasi dan spasing digunakan untuk design slope dan peledakan. Kedalaman air tanah dan kualitas serta permeabilitas dari rock mass akan mempengaruhi tipe bahan peledak dan pompa yang digunakan jika diperlukan.

PROSEDUR PENELITIAN LAPANGAN UNTUK PASIR DAN GRAVEL
Untuk mengetahui posisi deposit dari sand dan gravel dapat menggunakan survey geomorphologi kemungkinan adanya teras deposit, alluvial fan. Karena  deposit pasir bisa berupa levee, dune channel fill dsb. Jika photo udara tersedia sangat membantu menentukan lokasi diatas.

Penelitian deposit pasir dan gravel memerlukan penanganan yang lebih hari-hati. Pertama bahwa variasi distribusi dalam arah vertikal dan horisontal  sangat eksterm dibandingkan dengan deposit residual. Sehingga memerlukan contoh yang besar (100 kg) agar semua ukuran yang ada bisa terwakili. Material lepas sangat sukar di bor dan sukar untuk mengambil contoh.

Jika deposit  berada pada posisi yang dangkal, maka test pit dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan back hoe atau buldozer. Jika gravel dan sand berada dibawah muka air tanah kemungkinan conto yang didapat akan lebih bersih dari kondisi in situ.

Cara geofisik yang paling tepat untuk menentukan deposit ini adalah metoda resistivity, meskipin keberhasilannya sangat tergantung pada kontras resistivitas antara air tanah, gravel yang permeable dan impermeable lempung. Untuk menentukan  posisi base rock dibawah channel deposit digunakan seismik refraksi.

Cara geofisik sangat penting kegunaannya dalam pencarian marine agregate. Cara yang paling tepat adalah seismik refleksi dan side scan sonar. Sidescan sonar mencatat detail informasi bentuk dasar laut dengan menggunakan energy rendah  tetapi dengan frekuensi tinggi (resolusi tinggi) yang ditarik di perairan dangkal. Metode ini dapat  memberikan informasi topografi dasar laut, menentukan  tipe sedimen. Data  lengkap arah vertkal dapat diperoleh dari seismik refleksi.

MASALAH LINGKUNGAN DARI QUARRY

Seperti kita ketahui bahwa lokasi quarry yang baik selalu berada di tempat lain yang jauh dari pengguna. Banyak masalah politik yang sering   terlibat dalam permasalah lungkungan di quarry dibandingkan dengan permasalahan geologi itu sendiri (pendapat pribadi penulis).

Disini diasumsikan bahwa lokasi quarry sudah dipilih berdasarkan kondisi site yang baik dan masalah teknik yang timbul akibat kegiatan tersebut pada lingkungan sekitar adalah :
1. Visual impact bentang alam dari quarry dan fasilitas pendukungnya. Misalnya hilangnya pohon-pohonan, adanya bench dsb.
2. Debu dari lalulintas. Masalah ini makin meningkat pada waktu musim kering dan berangin serta tidak adanya usaha penyiraman jalan.
3. Getaran tanah akibat peledakan.
4. Gangguan dari airblast, suara truk dll.
5. Polusi air dari dredging pasir, pencucian pasir dll. Pencemaran air tanah terjadi karena adanya buangan oli ataupun bahan kimia lainnya  ke pit ataupin open joint yang dekat dengan muka air tanah.
6. Volume lalulintas naik di sepanjang jalan desa, kota dan umumnya dilalui oleh truk dengan muatan yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan jalan, keamanan, kebisingan, lumpur di jalan dsb.
7. Penentuan dan pemakaian dari ruang kosong setelah operasi penambangan selesai.

PERBAIKAN LINGKUNGAN QUARRY
Dasar ukuran untuk meminimkan konflik antara penduduk dengan aktifitas quarry adalah memaksimumkan produksi dari sumber yang ada. Adanya pengambilan dengan kadar yang tinggi saja harus dicegah karena akan mengurangi umur tambang.  Lokasi quarry di masa yang akan datang harus diperhitungkan seperti pembuatan buffer zone yang cukup. Pajak reklamasi harus di perlakukan ke pemilik quarry dan akan dikembalikan setelah mereka membuat reklamasi sesuai dengan rencana semula.

Visual impact dari quarry dapat dikurangi dengan beberapa cara. Di daerah perbukitan lokasi kerja dpat disembunyikan di balik punggungan bukit ataupin di lembah sehingga tidak terlihat dari daerah pengembangan pemukiman. Di daerah flat terrain dapat dilakukan penggalian ke arah bawah dan menempatkan semua peralatan di dalam pit jika mungkin. Diusahakan daerah kerja terekspos seminim mungkin dan berada diantara daerah asli dan pit yang sudah direhabilitasi. Lokasi dapat diperbaiki dengan melakukan penanaman pepohonan dengan membuat kontur  mendekati alami.

Polusi debu dapat ditekan dengan melakukan penyiraman di jalan - jalan yang tidak berasphal di lingkungan tambang. Pagar tanaman juga bisa sebagai perangkap debu kasar. Menutup screen deck dan penyimpan sehingga dapat mengurangi airborne dust dari proses produksi dan penyimpanan. Polusi air dapat dicegah dengan membangun kolam pengendap yang cukup besar dan dilengkapi dengan spill way. Diusahakan menggunakan kembali air yang berasal dari kolam pengendap.

Peledakan bisa menyebabkan timbulnya keluhan dari penduduk dalam pengoperasian quarry. Usaha yang dapat dilakukan  adalah :
• Membatasi  berat bahan peledak  per delay untuk  mengurangi getaran.
• Menaikan panjang stemming, tinggi bench dan jarak burden untuk mngurangi air blast dan fly rock.
• Menghindari peledakan pada cuaca yang tidak menguntungkan (berangin kencang, awan rendah) yang mengarah ke pemukiman
Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon