Geologi Lingkungan Tentang Landslide

GEOLOGI LINGKUNGAN - TENTANG LANDSLIDE. Yang termasuk dalam golongan landslide adalah fall (terutama batuan dan lempung yang berjoint), slide, spread dan flow. Material yang dilibatkan adalah batu, debris dan tanah. Dibanding dengan creep maka bidang lemahnya dapat diketahui dan geometry dari badan longsoran dapat dengan jelas dibedakan. Kecepatannya relatif besar dan yang terbesar adalah flow (50 - 100 Km/jam).

Terjadinya landslide disebabkan oleh dipindahkan toe support oleh penggalian maupun erosi. Adanya penambahan beban akibat adanya pembangunan stockpile ataupun embankment, penjenuhan oleh air hujan, tertutupnya saluran pengeluaran maupun oleh dynamic loading oleh gempa bumi atau peledakan.

Munculnya air tanah akan mengaruhi landslide karena akan menaikan tekanan hidrostatik, meningkatnya berat dari soil, agregate lempung akan terdispersi dan turunnya kohesi dari tanah.
Dengan semakin bertambahnya penduduk maka terjadi penggudulan hutan. hal ini dapat menyebabkan hilangnya penguatan oleh akar tanaman, naiknya infiltrasi karena hilangnya canopy dari daun-daunan, meningkatnya tingkat erosi sehingga akan mempengaruhi landslide.Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Pengantar Geologi Lingkungan
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Deposit Collovial
- Ruang Lingkup Geologi Dalam Perencanaan Pemukiman
- Geologi Lingkungan  Tentang Gempa Bumi
- Geologi Lingkungan Tentang Polusi
- Geologi Lingkungan Tentang Batuan Sebagai Bahan Kontruksi
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Pasir Kasar Dan Gravel
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Estuarin
- Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Dataran Banjir
- Geologi Lingkungan Tanah Residu Daerah Tropis
- Geologi Lingkungan Tanah Mengembang Atau Expasive Soil 


Lebih lengkap Geologi Lingkungan di SINI


Geologi Lingkungan

BAHAYA DARI LANDSLIDE
Resiko kerusakan akibat landslide di daerah pemukiman di Indonesia semakin meningkat karena:
1. Meningkatnya pembangunan di daerah yang curam atau melakukan pemotongan di daerah yang tidak stabil untuk keperluan perumahan/ industri.
2. Semakin meningkatnya pembangunan sarana dalam ukuran besar (kolam renang,  sarana parkir dsb) sehingga membutuhkan gali dan timbun.
3. Pembangunan jalan raya dengan standart yang meningkat sehingga bukit harus dipotong atau lembah harus ditimbun.
4. Meningkatnya run off karena banyaknya permukaan yang disemen maupun hilangnya hutan.

PENELITIAN BAHAYA DAERAH PENELITIAN
Pemetaan daerah bahaya dari landslide dapat dilakukan dengan skala regional dan skala proyek.
Pada skala regional dibuat  unit rangking yang menggambarkan :
1. Daerah tersebut dipercaya stabil.
2. Stabil pada kondisi sekarang tetapi tidak stabil jika ada kontruksi atau urbanisasi.
3. Daerah yang tidak stabil karena formasi geologi dan atau kondisi slope.
4. Lokasi landslide kuno.
5. Lokasi landslide baru.

Kemudian dilakukan pengambaran  lokasi land slide, lokasi yang mungkin terjadi creep, kemiringan slope, convexcity/concavity maupun geometery (tinggi, bentuk dsb),  kedalaman tanah dan sifat geotekniknya. Juga dipetakan kondisi hidrologi (mata air, rawa, drainage, depresi dll) dan kecepatan pergerakan slope..

Biasanya skala yang digunakan adalah 1 : 100.000 dan 1:250.000.  Bahan ini bisa berasal dari interpretasi photo udara, data satelite, peta topografi maupun peta geologi regional.
Untuk skala proyek biasanya digunakan skala 1:10.000 dan data berdasarkan penelitian lapangan. Sehingga data ini cocok untuk design struktur bukan landuse zoning.

PENAMPAKAN TANAH YANG TIDAK STABIL
Tanah yang tidak stabil dapat dicirikan dari kenampakan sebagai berikut :
1. Adanya tension crack pada bagian belakang dan luncuran dari masa tanah/batuan.
2. Mata air atau rembasan yang membentuk garis (sering kali kalau mata air tidak kontinu dicirikan oleh  adanya tumbuhan yang kering).
3. Rawa  dengan sumbu yang panjang sepanjang kontur.
4. Miringnya pagar, pohon-pohon tetapi ini bisa juga indikasi creep. Biasanya instability akan menghancurkan pagar.

TEKNIK INVESTIGASI UNTUK SLOPE YANG TIDAK STABIL
Penelitian slope yang tidak stabil dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Berikut diberikan beberapa cara investigasi slope yang tidak stabil

- Interpretasi photo udara
Yang terbaik dilakukan dengan penerbangan rendah sehingga di dapatkan skala yang besar. Photo berwarna sangat berguna. Jika dipakai photo udara dengan skala 1 : 20.000 atau 1 : 40.000 maka banyak informasi yang hilang. penerbangan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore.

- Pemetaan topografi
Dilakukan di lapangan dengan skala 1:10.000 dengan interval kontur 1 m. Tidak melakukan blow up dari peta skala 1 : 250.000 dengan interval kontur 10 m. Diperlukan ground control yang banyak untuk menentukan secara akurat kondisi permukaan.
Back hoe pit/ manual pit

Sangat efektif untuk soil mapping dan sampling. Disc auger sangat berguna untuk mengambil conto sampai kedalaman 4-10 m serta mengetahui  kedalaman lapisan keras. Fabric dari tanah  akan terlihat jelas pada dinding trench demkian juga dengan perlapisan dan ketebalannya.

Previous
Next Post »

=> Silahkan berkomentar sesuai dengan post diatas
=> No Spam - No Iklan - P*>rn - Sara - Url (mati/hidup) tidak akan di publish
EmoticonEmoticon